Selamat Datang Kawan di Blog WISATA STEVENLY Ayo kita berwisata bersama menikmati Keindahan Alam ciptaan Tuhan, menikmati kuliner yang enak-enak dan menjaga budaya kita Karena hidup ini Indah dan setiap tempat adalah objek wisata. Blog ini menampilkan semua objek wisata yang dikunjungi dan dapat diceritakan

Pesisir Laut Pantai Pananuareng

Kec.Tabukan Tengah Kabuapaten Kepaulauan Sangihe Sulut

Air Terjun Kali Pineleng

Minahasa Sulawesi Utara

Gunung Tangkuban Perahu

Subang Bandung Selatan Jawa Barat.

Museum Konferensi Asia Afrika

Bandung Jawa Barat.

Dunia Fantasi (Dufan)

Ancol DKI Jakarta

Hotel Fatamorgana Bitung Sulut

Jalan-jalan ke kota Bitung atau kota Cakalang.. merupakan petualangan yang menarik. untuk lebih irit akomodasi Hotel Fatamorgaana boleh jadi solusinya.. untuk kelas ekonomi cukup dengan IDR 125k kita sudah bisa nginap semalam di Hotel ini.. apalagi kalau berdoa,, jadi lebih irit 50%  72.5k saja.
Kamar 7A kelas Ekonomi

Kamar 7A kelas Ekonomi
Room Rates:

  • Fatamorgana Suite Room: IDR.300k
  • Fatamorgana: Garasi IDR.250k
  • Fatamorgana Superior: IDR.235.k
  • Fatamorgana Standar: IDR.175k
  • Fatamorgana Economy: IDR125k

Versi Torang pe bahasa:
Ini dang hotel fatamorgana, kalo ngono ngoni mo pigi bitung kong mo nginap di hotel, hotel fatamorgana boleh,, ini hotel murah pas no kalo mo hemat hemat doi,, depe fasilitas kwa pas bagus.. jadi bolh jo..

Jalan-jalan ke Kalimantan

Pengalaman pertama menginjakan kaki di tanah Borneo kalimatan sungguh merupakan pengalaman yang tak terlupakan. Berawal dari rencana perjalanan dinas Pangkalan pengawasan sumberdaya kelautan dan perikanan wilayah II Timur Kota Bitung sulut instansi dimana saya bekerja.

Oleh Kepala Pangkalan PSDKP Bitung Pak Is (Ismail) diperintahkan untuk melakukan perjalanan dinas ke Kotabaru Kalimatan Selatan dan alangkanya senangnya saya diberi kesempatkan untuk mendampingi beliau.

Perjalan dimulai dari Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado dengan tujuan Bandara Syamsudin norr Banjarmasin namun kamu harus transit di Kota Balikpapan. Wow… tentunya kesempatan transit ini tidak kami sia-siakan dengan berdiam saja, kami dijemput oleh sahabatnya Pak Is sewaktu kuliah di Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Jakarta. Ternyata sahabatnya Pak Is ini hebat juga ga ikut PNS tapi menjadi pengusaha yang dibilang cukup sukses dengan membuka rumah makan sea food yang telah menjadi salah satu rumah makan favorit di Kota Balikapapan nama rumah makannya “Torani”. Sayang waktu itu bulan puasa, warungnya buka setelah jam buka puasa jadi kami tidak bisa menikmati makanannya. “Wah mobilnya BMW boros minyak ni” kelakar pak is mengamati mobil yang kami tumpangi. sahabat pak is yang namanya saya lupa pun membalas dengan kelakarnya “ Masak bisa beli mobilnya ga bisa beli BBMnya? Hahaha iya ya… pikirku…
Didalam kabin Peswat Batavia Air

Suasana yang sangat bersabahat begitu terasa. Saya non muslim dan sudah waktunya makan siang kedua bapak ini mengatakan “kami jadi berdosa kalau membuat orang yang tidak puasa menjadi berpuasa karena bersama-sama kami” wow super sekali kata-katanya tidak seperti mereka yang suka merasia tempat makan untuk ditutup. Akupun di antarkan disalah satu warung makan di kawasan Balikpapan Baru mereka berdua bercakap cakap dimobil menungguku selesai makan.
Bersama Pak Ismail transit di Balikpapan (@Bandara Sepingggan Balikpapan)
Balikpapan memang adalah pusat minyak bagaimana tidak tanki-tanki yang begitu besar terlihat dibangun begitu megah di kawasan pertamina.. hanya saja acara jalan-jalan yang sebentar ini disuguhkan dengan pengalaman mencium bau karet.. ya untuk pertaama kalinya tahu bau karet ketika melewati perusahaan pengolah karet.. baunya kayak kentut. Karena waktu yang mepet harus kembali lagi ke bandara sepinggan Balikpapan untuk meneruskan perjalanan ke kota Banjarmasin.


Pesawat yang kami tumpangi adalah Batavia air.. menurutku lebih baik dari lion air karena di batavia kami diberikan snack. Awan gelap menjemput kami ketika hendak landing di Banjarmasin. peswat digoncang-goncangkan begitu keras dalam durasi tidak cepat kulihat penumpang disekeliling mulai kelihatan ketakutan.. banyak yang diam berdoa dengan khusuk termasuk pak Is.. wah pikirku kalau pesawat ini terjadi apa-apa mungkin ini adalah hari terkahir di hidup saya. Sayapun ikut berdoa bukan agar cuacanya diredakan tetapi kalaupun mati biarlah Tuhan yang sudah mengampuni dosa membawaku ke surga.

Doaku terjawab! bukan surga di tempat nun jauh disana.. surga itu adalah Banjarbaru.. cuaca membaik dan kami bisa landing dengan selamat. Lewat pengalaman ini Pak Is memutuskan untuk pergi ke Kotabaru tidak lagi via pesawat namun dengan jalur darat. Kata pak is Pesawat yang gede aja kita di goncang-goncang begitu gimana dengan pesawat yang kecil?” memang pewat yang nantinya akan kami tumpangi untuk ke Kotabaru jenisnyal lebih kecil mungkin jenis ATR kalau dibandingkan dengan yang kami tumpangi dari Manado ke banjarmasin yang berjenis Boeing/Airbus.

Sesampainya di Banjarmasin kami dijemput oleh staf Dinas Kelautan dan perikanan menuju ke Kantor Satuan kerja (Satker) Pengawasan Sumberdaya kelautan dan perikanan (PSDKP) Banjarmasin.. rencananya besok ke Kotabaru jadi kita  nginap semalam di Banjarmasin.. dan hari ini bisa jalan-jalan ke Jembatan terpanjang di Indoesia yang membelah sungai Barito. mungkin karena berasal dari pulau kecill dimana sungai-sungai kami juga yang kecil saya jadi terheran-heran melihat kapal-kapal yang lalu lalang di sungai. Sungainya begitu besar!
Di Jembatan Barito
Bukan kebetulan, badai kencang yang menerpa penerbangan kami dari Balikpapan ke Banjarmasin membaut kami menempuh jalur darat. Lewaat jalur darat tentunya saya lebih leluasa meihat panorama kalimantan. Banyak pohon sawit yang kami lalui bahkan mobil yang mengangkut sawit dan bahan tambang lainnya punya jalan yang khusus.

karena malam telah tiba kami harus menginap di Batulicin untuk menempuh perjalanan besok hari. Keesokan harinya perjalanan di lanjtukan ke Kotabaru. Kotabaru adalah sebuah pulau kecil yang terpisah dengan pulau induk kalimantan. Kalau tidak salah namanya pulau laut. Kami tiba dikotabaru dan langsung berkoordinasi dengan dinas kelautan dan perikaanan dan juga pos PSDKP Kotabaru. Kotabaru mirip kampung halamanku Sangihe. Dikotabaru kami nginap di Hotel Kartika.

Bersama dengan instansi terkait melakukan patroli ke parairan pulau sebuku. Ada yang unik lagi bagiku, walaupun perjalanan degan Speedboat patroli udah ber mil-mil jauhnya kok air lautnya masih keruh? Ditempatku1 10 atau 15 meter aja dari bibir pantai airnya sudah berwarna biru dan dalam. Disini udah jauh dari paulau kok masih keruh tanda perairan masih dangkal. Bahkan ada bagan tancap ditengah lautan. Beberap orang mengatakan perairan antara jawa dan kalimantan memang dangkal tidak seperti wiayah yang lain di indonesia.

Perjalanan pulang dari kotabaru tidak kalah hebatnya ketika datang. Kita mampir di suatu desa dimana suku bugis menetap. Ada tambak udang.. dan kita dihidangkan udang dan kepting oleh masyarakat setempat.. pokoknya puas makan udangnya.

Singgah di tanah bumbu menikmati kopi dipingir jalan. Sambil menonton mereka yang antri di suatu ATM dan teryata itu adalah para karyawan tambang yang sedang gajian.

Kembali ke Banjarmasin. Jalan-jalan ke pusat perbelanjaan dan ini untuk pertama kalinya saya mampir di tempat pijak siatsu. Yang minta dipijat kaki saja harganya sekali pijat sekira 60ribu. Jalan-jalan ke Martapura julukannya aja kota berintan disini berbagai macam batu ada. Hanya saja ada penjual tanpa lapak yang suka maksa-maksa untuk dibeliin batu dagangannya. Sebagai kenang-kengang saya beli oleh-oleh amplang (kerupuk ikan), kerajinan tangan berupa kipas, dompet dan beberpa perhiasan gelang
Menikmati Pijat kaki
Pulang dari Banjarmasin kembali transit di Balikpapan. Bersama Pak Is jalan-jalan ke Balikapapan Superblog dan nonton di XXI seru! Sahabatnya pak Is yang punya rumah makan Torani memberikan kami oleh-oleh keipting lada hitam, yang rasanya maknyus banget!
di Kawasan Balikpapan Superblock


Paparazi Pramugari Batavia Air

Versi torang pe bahasa:
Ini depe carita waktu kita ada pigi ka kalimantan deng pak Is... pertam kali no ini.. torang pe tujuan mo pigi di Banjarmasin mar tu pesawat batavia air da singgah di Balikpapan dulu.. pas dibalikpapan ba pontar-pontar sadiki dulu mo tunggu lei pe lama mo lanjut brangkat.Boleh jo tu kota Balikpapan memang tampa minya depe tu tengki-tengki lei kong kacili jo,, cuma kwa ada lewat dari perusahaan karet.. dapa ciom tu bobou karet bukang maeng dang p busu kalah kalah lei konto pe bobou.Pas lanjut piggi Banjarmansin ada lia tu kuala pe loas kali do.. sele kapal-kapal jaga lewat dikuala

Snorkling di Peraian Pulau Mendaku dan Dakupang Sangihe

Pulau Mendaku, Dakupang, Batukalai dan Bebalang adalah kawasan Terumbu karang. mungkin di daerah inilah pusat terumbu karang Sangihe. 

Pulau Mendaku dan Dakupang
Perjalanan menuju Pulau Dakupang & Mendaku dari pelabuhan Dagho

Didepan Pulau Dakupang

Tibaa di pulau Mendaku

Snorkling di vegetasi padang lamun perairan pulau Mendaku

Snorkiling di perairan pulau Dakupang

Terumbu karang di perairan pulau Mendaku

Terumbu karang di perairan pulau Mendaku

Terumbu karang di perairan pulau Mendaku

Di depan Pulau Dakupang

Di depan pulau Mendaku

Pulau Mendaku dari pantai pulau Dakupang

Perairan Pulau Dakupang
Perairan Pulau Dakupang

Mengapung di depan pulau Dakupang












Mangrove Miulu Sangihe

Miulu adalah salah satu Kampung (Desa) di Kecamatan Tabukan Tengah Kabupaten Kepulauan Sangihe Sulawesi Utara. Salah satu Potensi yang dimiliki oleh Kampung Miulu adalah hutan bakau (Mangrove)


Sborkling di Perairan Estuari kawasan hutan mangrove Miulu 28/8/16

Pohon Bakau Miulu 28/8/16

Christofel Darenoh bermain di atas pohon bakau Miulu 28/8/16

Pohon bakau Miulu

Sowaeng 

Bibit Mangrove yang mengapung merupakan pemandangan yang biasa ketika berada di kawasan Sowaeng (Hutan Bakau)

Ikan berwarna biru yang bersimbioasa dengan akar bakau

Dalam suatu permainan Maxwel Dalawir bersembunyi diantara Mangrove 13/11/16



Liwua'u roro Miulu Sangihe

Wisata di minggu 14 Juli 2016 bersama teman-teman kesungai dan lewat informasi warga kita menemukna spot unik bernama Liwua'u Roro sebagai lokasi mandi. Liwua'u Roro adalah salah satu spot di sungai Miulu kecamatan Tabukan tengah Kabupaten Kepulauan Sangihe. Ditempat ini dulunya sering dijadikan sarana ritual oleh para dukun Sangihe untuk pengobatan.
Liwua'u roro Photo by Syarta






Versi Torang pe bahasa:
ini dang tampa mandi bagus, depe nama liwua'u roro... memang sadap skali mandi disini, masih alami skali, dorang bilang dulu kata ini tampa tu orang-orang tua pe tampa mandi.. jaga ba hobatan,, sampe skarang lei dorang bilang masih ada depe panunggu lei ni tampa,, nda samarang orang berani pigi sini. mar yang penting kita so pernah pigi.. hehehe

Mega Mall pusat Belanja di Kota Manado

Mega Mall berdiri ditengah kawasan Maga Mas. Mall yang menjadi daya pikat kota Manado ini dapat menjadi referensi wisata belanja anda. tempatnya yang sangat strategis dari Pusat kota membuat Mall ini tak pernah sepi pengunjung.


Manado Town Square

Manado town square atau ssering disingkat mantos adalah salah satu Mall favorit di Kota Tinutuan Manado. Menurut saya Mall ini adalah Mall yang paling rame dibanding dengan Mall lainnya di Kota Manado.
Makan di JCO

Belanjaa di Hypermart

Bermain di Timezone