Selamat Datang Kawan di Blog WISATA STEVENLY Ayo kita berwisata bersama menikmati Keindahan Alam ciptaan Tuhan, menikmati kuliner yang enak-enak dan menjaga budaya kita Karena hidup ini Indah dan setiap tempat adalah objek wisata. Blog ini menampilkan semua objek wisata yang dikunjungi dan dapat diceritakan

Jalan-jalan ke Kalimantan

Pengalaman pertama menginjakan kaki di tanah Borneo kalimatan sungguh merupakan pengalaman yang tak terlupakan. Berawal dari rencana perjalanan dinas Pangkalan pengawasan sumberdaya kelautan dan perikanan wilayah II Timur Kota Bitung sulut instansi dimana saya bekerja.

Oleh Kepala Pangkalan PSDKP Bitung Pak Is (Ismail) diperintahkan untuk melakukan perjalanan dinas ke Kotabaru Kalimatan Selatan dan alangkanya senangnya saya diberi kesempatkan untuk mendampingi beliau.

Perjalan dimulai dari Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado dengan tujuan Bandara Syamsudin norr Banjarmasin namun kamu harus transit di Kota Balikpapan. Wow… tentunya kesempatan transit ini tidak kami sia-siakan dengan berdiam saja, kami dijemput oleh sahabatnya Pak Is sewaktu kuliah di Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Jakarta. Ternyata sahabatnya Pak Is ini hebat juga ga ikut PNS tapi menjadi pengusaha yang dibilang cukup sukses dengan membuka rumah makan sea food yang telah menjadi salah satu rumah makan favorit di Kota Balikapapan nama rumah makannya “Torani”. Sayang waktu itu bulan puasa, warungnya buka setelah jam buka puasa jadi kami tidak bisa menikmati makanannya. “Wah mobilnya BMW boros minyak ni” kelakar pak is mengamati mobil yang kami tumpangi. sahabat pak is yang namanya saya lupa pun membalas dengan kelakarnya “ Masak bisa beli mobilnya ga bisa beli BBMnya? Hahaha iya ya… pikirku…
Didalam kabin Peswat Batavia Air

Suasana yang sangat bersabahat begitu terasa. Saya non muslim dan sudah waktunya makan siang kedua bapak ini mengatakan “kami jadi berdosa kalau membuat orang yang tidak puasa menjadi berpuasa karena bersama-sama kami” wow super sekali kata-katanya tidak seperti mereka yang suka merasia tempat makan untuk ditutup. Akupun di antarkan disalah satu warung makan di kawasan Balikpapan Baru mereka berdua bercakap cakap dimobil menungguku selesai makan.
Bersama Pak Ismail transit di Balikpapan (@Bandara Sepingggan Balikpapan)
Balikpapan memang adalah pusat minyak bagaimana tidak tanki-tanki yang begitu besar terlihat dibangun begitu megah di kawasan pertamina.. hanya saja acara jalan-jalan yang sebentar ini disuguhkan dengan pengalaman mencium bau karet.. ya untuk pertaama kalinya tahu bau karet ketika melewati perusahaan pengolah karet.. baunya kayak kentut. Karena waktu yang mepet harus kembali lagi ke bandara sepinggan Balikpapan untuk meneruskan perjalanan ke kota Banjarmasin.


Pesawat yang kami tumpangi adalah Batavia air.. menurutku lebih baik dari lion air karena di batavia kami diberikan snack. Awan gelap menjemput kami ketika hendak landing di Banjarmasin. peswat digoncang-goncangkan begitu keras dalam durasi tidak cepat kulihat penumpang disekeliling mulai kelihatan ketakutan.. banyak yang diam berdoa dengan khusuk termasuk pak Is.. wah pikirku kalau pesawat ini terjadi apa-apa mungkin ini adalah hari terkahir di hidup saya. Sayapun ikut berdoa bukan agar cuacanya diredakan tetapi kalaupun mati biarlah Tuhan yang sudah mengampuni dosa membawaku ke surga.

Doaku terjawab! bukan surga di tempat nun jauh disana.. surga itu adalah Banjarbaru.. cuaca membaik dan kami bisa landing dengan selamat. Lewat pengalaman ini Pak Is memutuskan untuk pergi ke Kotabaru tidak lagi via pesawat namun dengan jalur darat. Kata pak is Pesawat yang gede aja kita di goncang-goncang begitu gimana dengan pesawat yang kecil?” memang pewat yang nantinya akan kami tumpangi untuk ke Kotabaru jenisnyal lebih kecil mungkin jenis ATR kalau dibandingkan dengan yang kami tumpangi dari Manado ke banjarmasin yang berjenis Boeing/Airbus.

Sesampainya di Banjarmasin kami dijemput oleh staf Dinas Kelautan dan perikanan menuju ke Kantor Satuan kerja (Satker) Pengawasan Sumberdaya kelautan dan perikanan (PSDKP) Banjarmasin.. rencananya besok ke Kotabaru jadi kita  nginap semalam di Banjarmasin.. dan hari ini bisa jalan-jalan ke Jembatan terpanjang di Indoesia yang membelah sungai Barito. mungkin karena berasal dari pulau kecill dimana sungai-sungai kami juga yang kecil saya jadi terheran-heran melihat kapal-kapal yang lalu lalang di sungai. Sungainya begitu besar!
Di Jembatan Barito
Bukan kebetulan, badai kencang yang menerpa penerbangan kami dari Balikpapan ke Banjarmasin membaut kami menempuh jalur darat. Lewaat jalur darat tentunya saya lebih leluasa meihat panorama kalimantan. Banyak pohon sawit yang kami lalui bahkan mobil yang mengangkut sawit dan bahan tambang lainnya punya jalan yang khusus.

karena malam telah tiba kami harus menginap di Batulicin untuk menempuh perjalanan besok hari. Keesokan harinya perjalanan di lanjtukan ke Kotabaru. Kotabaru adalah sebuah pulau kecil yang terpisah dengan pulau induk kalimantan. Kalau tidak salah namanya pulau laut. Kami tiba dikotabaru dan langsung berkoordinasi dengan dinas kelautan dan perikaanan dan juga pos PSDKP Kotabaru. Kotabaru mirip kampung halamanku Sangihe. Dikotabaru kami nginap di Hotel Kartika.

Bersama dengan instansi terkait melakukan patroli ke parairan pulau sebuku. Ada yang unik lagi bagiku, walaupun perjalanan degan Speedboat patroli udah ber mil-mil jauhnya kok air lautnya masih keruh? Ditempatku1 10 atau 15 meter aja dari bibir pantai airnya sudah berwarna biru dan dalam. Disini udah jauh dari paulau kok masih keruh tanda perairan masih dangkal. Bahkan ada bagan tancap ditengah lautan. Beberap orang mengatakan perairan antara jawa dan kalimantan memang dangkal tidak seperti wiayah yang lain di indonesia.

Perjalanan pulang dari kotabaru tidak kalah hebatnya ketika datang. Kita mampir di suatu desa dimana suku bugis menetap. Ada tambak udang.. dan kita dihidangkan udang dan kepting oleh masyarakat setempat.. pokoknya puas makan udangnya.

Singgah di tanah bumbu menikmati kopi dipingir jalan. Sambil menonton mereka yang antri di suatu ATM dan teryata itu adalah para karyawan tambang yang sedang gajian.

Kembali ke Banjarmasin. Jalan-jalan ke pusat perbelanjaan dan ini untuk pertama kalinya saya mampir di tempat pijak siatsu. Yang minta dipijat kaki saja harganya sekali pijat sekira 60ribu. Jalan-jalan ke Martapura julukannya aja kota berintan disini berbagai macam batu ada. Hanya saja ada penjual tanpa lapak yang suka maksa-maksa untuk dibeliin batu dagangannya. Sebagai kenang-kengang saya beli oleh-oleh amplang (kerupuk ikan), kerajinan tangan berupa kipas, dompet dan beberpa perhiasan gelang
Menikmati Pijat kaki
Pulang dari Banjarmasin kembali transit di Balikpapan. Bersama Pak Is jalan-jalan ke Balikapapan Superblog dan nonton di XXI seru! Sahabatnya pak Is yang punya rumah makan Torani memberikan kami oleh-oleh keipting lada hitam, yang rasanya maknyus banget!
di Kawasan Balikpapan Superblock


Paparazi Pramugari Batavia Air

Versi torang pe bahasa:
Ini depe carita waktu kita ada pigi ka kalimantan deng pak Is... pertam kali no ini.. torang pe tujuan mo pigi di Banjarmasin mar tu pesawat batavia air da singgah di Balikpapan dulu.. pas dibalikpapan ba pontar-pontar sadiki dulu mo tunggu lei pe lama mo lanjut brangkat.Boleh jo tu kota Balikpapan memang tampa minya depe tu tengki-tengki lei kong kacili jo,, cuma kwa ada lewat dari perusahaan karet.. dapa ciom tu bobou karet bukang maeng dang p busu kalah kalah lei konto pe bobou.Pas lanjut piggi Banjarmansin ada lia tu kuala pe loas kali do.. sele kapal-kapal jaga lewat dikuala

0 komentar:

Posting Komentar